Huruf demi Huruf

Ariel Heryanto

Book Cover: Huruf demi Huruf
Part of the Ariel Heryanto series:
Editions:Paperback - Cetakan pertama
Size: 14.00 x 21.00 cm
Pages: 455

Salah satu istilah yang paling sering digunakan untuk menggambarkan Indonesia tercinta ini adalah: di persimpangan, at the crossroads. Sekurang-kurangnya sejak 1997 sampai 2024, media internasional seperti The Economist berulang kali mendaur ulang berita “Indonesia at a Crossroads”, dengan predikat “persimpangan” disematkan pada berbagai aspek, dari ekonomi sampai demokrasi. Benarkah kita berada di persimpangan? Atau jangan-jangan persimpangan itu tak pernah ada?

Huruf demi Huruf menghimpun lima belas esai Ariel Heryanto, salah satu intelektual yang konsisten mengulas situasi Indonesia dari era Orde Baru hingga pasca-Reformasi. Ia tidak hanya membeberkan isu-isu penting, tetapi juga mengajak kita menggugat asumsi-asumsi sendiri: tentang pemilu sebagai “pesta”, tentang siapa kelas menengah, tentang perkosaan Mei 1998 sebagai persoalan ras alih-alih bahasa kekuasaan, tentang sejauh mana struktur sosial Indonesia merdeka berbeda dari Hindia Belanda, dan sebagainya.

 Huruf demi Huruf dan Sejumlah Esai Lain Karya Ariel Heryanto diterbitkan bersama kumpulan kolomnya Nasib Publik dalam Republik (2026). Bukunya yang juga diterbitkan KPG dan terus dicetak ulang: Identitas dan Kenikmatan: Politik Budaya Layar Indonesia (2015).

Available on:
Publisher: Kepustakaan Populer Gramedia
Editors:
Cover Artists:
Genres:
Tags: