Arif Afandi, Mohamad Yusak Anshori, Muhammad Faishal Aminuddin
- Seni Mengatur Diri: Tentang Waktu dan Tujuan Hidup
- NU dan Gerakan Sosial-Ekonomi
Nahdlatul Ulama (NU) selama ini dikenal sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia yang memiliki peran kultural, sosial, dan ekonomi dalam kehidupan umat. Bukan sekadar organisasi keagamaan, NU juga merupakan ekosistem sosial-ekonomi yang sejak awal memadukan iman, solidaritas, dan ikhtiar kemandirian. Namun, mengapa ekonomi sebagian besar kaum nahdliyin masih rapuh dan sulit naik kelas?
Berangkat dari spirit Nahdlatut Tujjar, gerakan saudagar muslim awal abad ke-20 yang menjadi akar kesadaran ekonomi NU, buku ini menelusuri relasi antara agama dan ekonomi secara historis, struktural, hingga praksis. Dalam hal ini, ekonomi tidak sekadar dipahami sebagai soal untung-rugi, tetapi juga jalan pengabdian, di mana etika, kemaslahatan, dan solidaritas sosial diuji sekaligus diwujudkan. Dari pesantren, koperasi, hingga tantangan ekonomi digital, pembaca diajak memahami paradoks sekaligus potensi besar ekonomi warga NU.
Lebih daripada sekadar diagnosis, NU dan Gerakan Sosial-Ekonomi menawarkan arah transformasi: bagaimana nilai-nilai ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyah dapat diterjemahkan menjadi fondasi ekonomi umat yang lebih mandiri, berkeadilan, dan berkeadaban. Sebuah refleksi penting bagi siapa pun yang ingin memahami masa depan NU dan masa depan ekonomi rakyat Indonesia.