Kukuh Suharwiyono

SURAT DARI MALANG berisi 61 kisah yang dituturkan oleh siswa-siswi SMA Taruna Nusantara Kampus Malang. Mengungkap dunia batin dan perasaan kaum muda yang sedang mencari makna hidup di usia belasan—pancaran jiwa remaja yang sedang berproses. Rasa kehilangan, kekagetan terhadap sistem asrama yang penuh disiplin, kerinduan terhadap rumah, persahabatan, kesalahan memahami orang lain, bahkan kemarahan terhadap takdir. Tema-tema yang jauh lebih penting daripada sekadar cerita tentang keberhasilan. Semua dikisahkan dengan jujur dan otentik. Tulisan-tulisan ini telah dipilih oleh Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) dan layak dibaca secara luas dan populer.
“Mak selalu menangis di setiap kepergianku. Ayah tidak. Tapi di hari itu, pertama kali kulihat Ayah menunduk sambil menyeka air matanya. Aku tertawa kecil menggodanya, menyebutnya cengeng. Tapi kau tahu Awan, sebenarnya, waktu itu, di dadaku sendiri ada sesuatu yang hendak meledak, tapi aku tidak tahu itu apa.” Demikian tulis sorang siswa.
Banyak surat dalam buku ini ditujukan kepada “aku”—diri sendiri—yang pernah rapuh. Membacanya, kita serasa seperti sedang membaca upaya seseorang manusia memahami dirinya secara pelan, jujur, dan tanpa banyak topeng.
Buku ini diberi pengantar oleh Bapak Sugiono, Menteri Luar Negeri RI (2024-2029).