Agustinus Wibowo
Di peta, Indonesia tampak utuh: ribuan pulau, satu warna, satu nama. Tetapi di seberang garisnya, negeri ini terdengar berbeda. Di Papua Nugini, Agustinus Wibowo bertemu orang-orang yang mengenal Indonesia lewat bendera, paspor, cerita tentang tentara, dan rindu pada tanah yang tak selalu bisa mereka sebut rumah. Perjalanan itu membawanya lebih jauh, ke Belanda, tempat ingatan kolonial, pengasingan, lagu, kuburan, dan keluarga menyimpan Indonesia dalam bentuk yang lain.
Dari perbatasan hingga diaspora, Indonesia dari Seberang Batas mendengarkan suara-suara yang jarang sampai ke pusat. Suara mereka membawa satu pertanyaan yang terus bergema: ketika sebuah bangsa dilihat dari tepinya, apa yang masih membuatnya terasa sebagai tanah air?
