Ahmad Arif & Agung Setyahadi

Brantas: Sungai yang Menghidupi membentangkan sejarah panjang sungai terbesar di Jawa Timur ini sejak awal pembentukannya jutaan lalu hingga ke masa kini. Ketika daya dukungnya mulai merosot. Sungai sepanjang sekitar 320 kilometer ini memasok air minum, irigasi, dan kebutuhan industri bagi jutaan penduduk Jawa Timur.
Brantas telah menyaksikan kebangkitan dan keruntuhan kerajaan-kerajaan di masa lampau. Ia telah menyaksikan kolonialisme dan kemerdekaan. Ia telah menyaksikan bencana dan rekonstruksi. Bagi Brantas, pertanyaannya bukan apakah ia akan terus mengalir, melainkan apakah airnya masih layak diminum oleh orang-orang yang bergantung kepadanya. Ditulis dengan gaya jurnalistik naratif berbasis data, buku ini menjawab pertanyaan tersebut. Bahwa kelestarian Brantas bukan ditentukan oleh alam, melainkan oleh pilihan-pilihan yang kita buat hari ini. Kita tidak mewarisi Brantas dari nenek moyang, kita meminjamnya dari anak-cucu kita. Sudah saatnya kita tidak lagi hidup memunggungi sungai. Sungai itu mengalir. Ia menunggu.