FX Rudy Gunawan & Hasya Nindita

SEORANG ayah dan mantan aktivis divonis serosis hati stadium akhir. Umurnya tinggal dua tahun lagi. Di ambang batas antara hidup dan mati, ia teringat masa lalunya yang penuh pelarian di akhir masa Orde Baru. Di ambang batas itu pula ia menatap kembali hubungan dengan keluarganya, terutama anaknya.
Berpacu dengan maut, sang anak memberanikan diri untuk mendonorkan lebih dari separuh hatinya kepada sang ayah. Sang anak seolah mengabaikan mimpi-mimpinya. Baginya, dunia tanpa ayah adalah hal lebih menakutkan dari apa pun.
Novel ini menyentuh ingatan, luka, tanggung jawab, dan pencarian akan makna cinta paling subtil. Sebuah cinta tanpa syarat. “Aku paham betapa tidak mudah bagi seseorang yang baru menginjak dewasa mengambil keputusan itu. Aku merasa sangat tidak pantas menerima hati anakku.”