Buruh dan Negara di Indonesia

Vedi R. Hadiz

Book Cover: Buruh dan Negara di Indonesia
Part of the Vedi R. Hadiz series:
  • Buruh dan Negara di Indonesia
Editions:Paperback - Cetakan pertama
Size: 15.00 x 23.00 cm
Pages: 308

Buku Buruh dan Negara (di era Orde Baru) di Indonesia, yang ditulis Vedi R. Hadiz, membahas dampak dari proses industrialisasi secara masif yang terjadi di Indonesia, sejak akhir 1960an. Proses ini memfasilitasi lahirnya kelas pekerja industrial yang baru. Buku ini menawarkan perspektif teoretiknya - terinspirasi oleh pendekatan materialisme historis - untuk memahami kesempatan dan limitasi yang dimiliki oleh pengorganisasian buruh. Melalui model komparatif, buku ini berargumen bahwa gerakan buruh di Indonesia menghadapi tantangan lebih besar, dibanding dengan gerakan buruh yang lahir di negara-negara yang mengalami proses industrialisasi yang lebih awal.

Buku ini terbit pertama pertama kali pada tahun 1997, tidak lama sebelum rezim otoriter Orde Baru (1965-1998) berakhir. Sejak awal 1990an, kelas buruh mulai lebih banyak terlibat dalam aksi mogok dan protes terkait hubungan industrial. Padahal, masa Orde Baru di Indonesia ditandai oleh represi terhadap gerakan sosial, termasuk gerakan buruh, yang seringkali dihadapkan pada ancaman pemenjaraan, pemberangusan serikat, hingga kekerasan fisik. Di bawah pengendalian tersebut, gerakan buruh memperlihatkan watak perlawanannya.

Perlawanan gerakan buruh yang demikian memperlihatkan bagaimana kelas buruh bukanlah terdiri dari aktor-aktor yang secara reaktif (apa lagi pasif) merespon kondisi structural yang dibentuk sejarah. Hadiz (1997) berargumen bahwa kelas buruh justru secara aktif merespon kondisi-kondisi struktural, termasuk yang terkait dengan proses demokratisasi di Indonesia. Perjuangan politik kelas buruh menjadi tema sentral dalam buku ini. Namun demikian, Hadiz (1997) menekankan pentingnya enghindari analisis yang menampilkan kelas buruh sebagai subjek yang sama sekali bebas. Ia melakukan analisis terhadap konteks dan struktur yang menawarkan berbagai pilihan dan peluang kepada kelas buruh sebagai pelaku sejarah.

Tumbangnya rezim otoritarian Orde Baru pada 1998, membuka pintu bagi ruang demokrasi yang lebih luas untuk gerakan sosial, termasuk gerakan buruh, dalam mengadvokasi hak-hak dan kesejahteraan anggota kelas buruh. Namun, upaya reformasi pasca-Orde Baru tidak sepenuhnya memenuhi harapan untuk meningkatkan kondisi kesejahteraan buruh. Lebih dari dua dekade sejak reformasi bergulir, gagasan-gagasan utama dalam buku Buruh dan Negara di Indonesia menjadi semakin relevan untuk direfleksikan kembali. Khususnya yang terkait dengan kesempatan dan tantangan yang dihadapi oleh gerakan buruh.

Available on:
Publisher: Kepustakaan Populer Gramedia
Editors:
Cover Artists:
Genres:
Tags: