Robin Block

Identitas memiliki sisi yang berbayang: masa lalu seseorang. Masa lalu itu bisa jadi bagai mimpi buruk, tetapi sering kali ia samar, memikat, sekaligus mengusik. Puisi-puisi Robin Block menyuarakan hal tersebut secara mendalam. Menjadi seorang Belanda yang sekaligus memiliki darah Indonesia—yang menjadi personanya—adalah sebuah proses pengasingan yang tak pernah usai.
Namun, keberadaan itu juga merupakan perjumpaan tanpa akhir dengan yang lain, termasuk "mereka yang mati namun tetap hidup" yang terus-menerus kembali, hadir secara baru, ke dalam ruang hidupnya. Block menggunakan sosok Susilo sebagai semacam representasi atau perantara: Susilo tidak pernah bisa benar-benar sendiri; semua jiwa yang mati namun hidup itu terus mengulang masa muda mereka, bahkan di luar jam kerja.
Publisher: Kepustakaan Populer Gramedia
Editors:
Cover Artists:
Genres: