Boyke Arther Suak

PERJUANGAN bangun kebangsaan Indonesia tidak hanya hadir melalui perjuangan politik. Dalam buku ini, pembaca
dapat menyelami kisah Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) yang menghadirkan perjuangan dalam segi berbeda.
Pada abad ke-19 dan awal ke-20, kehidupan beragama kalangan Protestan di Hindia Belanda sebagian besar
dinaungi oleh gereja bentukan pemerintah, Gereja Hindia (Indische Kerk). Tata gereja maupun personalianya
juga didominasi oleh golongan Eropa. Keadaan demikian melahirkan aspirasi kemandirian dalam diri masyarakat Protestan
bumiputra. Dalam suasana yang demikian, KGPM bertumbuh. Pertumbuhannya tidak berjalan mulus, resistensi
dari Gereja Hindia dan alam kehidupan kolonial menjadi tantangan yang harus dihadapi gereja muda ini.
Buku ini menghadirkan perjalanan panjang tersebut. Tokoh-tokoh yang nantinya dikenal secara nasional
seperti Sam Ratulangi, Maria Walanda Maramis, dan Albertus Lasut Waworuntu turut mewarnai perjalanan
panjang KGPM, yang sampai hari ini masih terus tumbuh dan berkembang.