Mediatisasi Politik pada Masa Pandemi di Indonesia yang Neoliberal

Inaya Rakhmani, Panji Anugerah, dkk

Book Cover: Mediatisasi Politik pada Masa Pandemi di Indonesia yang Neoliberal
Part of the Anastasia Yuni Widyaningrum series:
  • Mediatisasi Politik pada Masa Pandemi di Indonesia yang Neoliberal
Part of the Ariane Utomo series:
  • Mediatisasi Politik pada Masa Pandemi di Indonesia yang Neoliberal
Part of the Catherine Phillips series:
  • Mediatisasi Politik pada Masa Pandemi di Indonesia yang Neoliberal
Part of the Diahhadi Setyonaluri series:
  • Mediatisasi Politik pada Masa Pandemi di Indonesia yang Neoliberal
Part of the Diatyka Widya Permata Yasih series:
  • Mediatisasi Politik pada Masa Pandemi di Indonesia yang Neoliberal
Part of the Endah Triastuti series:
  • Mediatisasi Politik pada Masa Pandemi di Indonesia yang Neoliberal
Part of the Inaya Rakhmani series:
Part of the Kurnia Arofah series:
  • Mediatisasi Politik pada Masa Pandemi di Indonesia yang Neoliberal
Part of the Panji Anugerah series:
  • Mediatisasi Politik pada Masa Pandemi di Indonesia yang Neoliberal
Part of the Whisnu Triwibowo series:
  • Mediatisasi Politik pada Masa Pandemi di Indonesia yang Neoliberal
Editions:Paperback - Cetakan Pertama
Size: 15.00 x 23.00 cm
Pages: 308

PENANGANAN PANDEMI Covid-19 memaksa negara memainkan peranan sentral
sebagaimana direfleksikan dalam berbagai kebijakan: penguncian wilayah, penyediaan fasilitas
kesehatan, penyediaan vaksin dan obat-obatan, dan lain sebagainya. Kebijakan pembatasan
seperti anjuran untuk tetap di rumah, karantina wajib, dan jaga jarak mendorong masyarakat
dalam mengandalkan media digital, khususnya media sosial, dalam kegiatan sehari-hari yang
kemudian melahirkan mediatisasi.

Di masa pandemi Covid-19, mediatisasi politik berperan penting dalam pembentukan opini
publik dan wacana politik. Saat pemerintah dan pejabat kesehatan masyarakat bekerja untuk
mengatasi krisis, media menjadi tempat utama kontestasi politik, di mana para aktor berusaha
membentuk persepsi publik dan mempengaruhi kebijakan publik. Di luar kontestasi ini,
bagaimana mediatisasi politik memengaruhi masyarakat umum? Apa peran media arus utama
dan alternatif? Bagaimana pengaruhnya terhadap populasi yang paling rentan—yang, meskipun
menjadi korban secara tidak proporsional, juga paling tangguh? Apakah ada celah dan
kesempatan untuk munculnya perlawanan, solidaritas, keterlibatan partisipatif, dan aktivisme
kolektif?

Ditulis oleh akademisi di rumpun ilmu sosial di tengah krisis kesehatan global terbesar
abad ke-21—pandemi Covid-19, buku ini menawarkan serangkaian argumen yang meyakinkan
betapa pentingnya mempelajari mediasi politik selama pandemi Covid-19. Para penulis tidak
hanya mengajak kita untuk memahami geopolitik kawasan yang menjadi fokus empirisnya,
tetapi juga memperdalam dan memperkaya pemahaman kita tentang hubungan antara media,
politik, dan masyarakat.